Tuesday, April 5, 2011

When Man and Woman Equal in shopping


" When Man and woman Equal in shopping "

Apa yang akan terjadi ????


Beberapa hari yang lalu, suami menggagalkan rencana yang sudah saya buat sebelum berangkat ke salah satu tempat shopping di bilangan selatan.

Seperti kebanyakan pasangan rumah tangga, sehabis gajian rasanya gak afdol kalo tidak menjajani sepertiga gaji yang baru di terima. Gatal rasanya. Apalagi saya , seorang wanita yang keperluannya banyak dari alat makeup, baju, sepatu dan tas. Sebelum berangkat saya sudah membuat list, barang-barang apa yang sudah menjadi incaran.

Setiba disana, suami berkata " darl, liat kesana bentar ya ada yang discount tuh kayanya " mata nya menuju kesuatu toko yang terpampang hambaran tulisan yang menggiurkan "SALE 70%". Di benak saya, Ahh..paling juga liat-liat. Suami gua ini kalo gak di paksa belanja ..sampe capek juga gak akan di beli.

Sambil melihat-lihat di butik kesukaan saya, saya menjadi tidak biasa. Karena biasa suami menemani dan suka memberikan komentar-komentar tentang baju yang mau saya beli, kok ini sepi ya ???. Kemana ini orang ? hati menjadi ingin tau apa yang terjadi. Baru saja kaki masuk melangkah dalam butik ternama untuk baju laki-laki.. saya dikagetkan dengan pemandangan yang tidak biasa lagi.. OMG..dia menyapa saya dengan kata-kata yang its so me " Yank , dasi ini lucu gak ,untuk meeting di malam hari bagus ya " . saya tak kuasa melotot kan mata begitu melihat di tangan dia sudah menjinjing 3 kemeja panjang , 1 celana panjang.

Dan yang membuat saya makin melotot,Celana panjang basic berbalur garis-garis putih. Owww...Since when, darl ??

Saya menjadi berfikir , dulu hanya perempuan yang mengerti merek suatu product fashion , dan trend fashion tahunan. Namun sekarang laki laki menjadi berubah drastis , suamiku yang dulu tidak pernah perduli dengan penampilan hanya cukup stock kaos oblong + celana panjang saja Sudah cukup memberikan fashion yang prestigious baginya. Tapi sekarang sudah tidak lagi, mereka begitu memperhatikan penampilan dan aware akan komentar dari orang sekelilingnya. Dan banyaknya majalah laki-laki yang bermunculan,menjanjikan prestigous lain dibalik keindahan bersolek.

Tiba-tiba dan mau tidak mau mereka harus di gerek untuk di naikan ke level yang lebih advanced dalam hal penampilan dan fashion. Hmm....

Tapi saya tidak menyikapi hal ini dengan nada minor. Dikarenakan khawatir kaum laki-lak mengambil porsi perempuan dalam hal berfashion. Saya Malah sebaliknya. Saya begitu mendukung dengan perhubahan ini. Karena saya suka melihat laki-laki yang rapih dan good-looking (dibaca : sadar akan penampilan).

Alasan yang membuat saya mendukung laki-laki termasuk suami dalam berfashion. Dikarenakan Laki-laki juga ingin tampil lebih baik , karena mereka menyadari, Pada saat mereka melangkah keluar rumah, kita tidak akan pernah tau , siapa orang yang akan kita temui di jalan secara tak sengaja. So Penampilan asal-asalan menurut saya bisa menurunkan integritas seseorang. Karena percaya tidak percaya 5 menit padangan pertama seseorang , dilihat dari penampilan terlebih dahulu.

Dan alasan yang lainnya berpenampilan lebih baik , kan lebih enak di pandang bukan ???

Tapi tips dan trick saya, tetap jadilah diri sendiri dan jangan terlalu berlebihan. Fashion akan lebih baik kalau yang menggunakan percaya diri dan truly menjadi diri sendiri.

:D XOXOXO
Sherlly Wu
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...