Thursday, June 30, 2011

Work vs Family

Banyak teman Saya yang berprofesi sebagai full time mommy ( ya, ini juga profesi lho ! ) bertanya pada saya. Bagaimana cara saya membagi waktu antara bekerja dengan mengurus keluarga. Dengan banyaknya kesibukan yang menyita banyak waktu, bagaimana menyiasati untuk tetap balance dengan keluarga ( anak anak dan suami tetap dekat dengan saya ). Wah, jika anda berpikir saya memiliki jawabannya,anda salah besar. Sebenarnya sampai sekarang pun saya masih bingung bagaimana membagi waktu dengan adil. Ternyata, sekeras apapun saya berusaha, tetap saja sulit. Tetap saja ada yang harus dikorbankan, entah itu pekerjaan atau waktu bersama keluarga.

Waktu saya bertemu dengan anak-anak ,paling hanya pagi hari di saat makan pagi dan mengantar mereka kesekolah. Dan di malam hari saya selalu mengusahakan untuk tetap ada sebelum jam 8 malam, dan mengantarkan mereka tidur. Tapi terkadang dengan jadwal yang padat,malam pun masih harus OT dan terkadang masih harus menghadiri sebuah event.

Disaat seperti itu , Saya amatlah dilema terus terang. Saya harus mengorbankan salah satu di antaranya,tapi komitment Saya tetap mengusahakan prioritas utama adalah anak-anak, tapi kalau sampai tidak ada wakil yang menggantikan pekerjaan saya, barulah pilihan terakhir saya menitipkan anak-anak untuk di nina bobokan babysitternya.

Dan terkadang saya juga senang membawa anak-anak saya ke kantor dan ke proyek saya. Biar mereka mengerti pekerjaan maminya. Dan sangat beruntungnya lagi anak-anak saya terbilang amat pengertian dan mendukung pekerjaan maminya. Apalagi anak perempuan saya, sepertinya sangat menyukai pekerjaan yang di tekunin oleh maminya . :D

Untuk berbagi waktu dengan suami, kita hanya sempat berjumpa dimalam hari. Pagi sudah sibuk untuk mempersiapkan rutinitas masing-masing. Tapi untungnya malam hari kami selalu berkomitment untuk tetap menyempatkan makan malam bersama meski sesibuk apapun,jadi untuk urusan komunikasi kami berdua terbilang jauh dari masalah.

Yeah..sekali lagi "lucky me", saya punya suami yang sangat suportif terhadap pekerjaan saya. Bahkan, disaat saya depresi dan ingin berhenti bekerja , ingin menyudahi semua kegiatan saya, dia yang tetap mendukung saya untuk tetap bekerja. So i go with the flow, dengan dukungan keluarga.

Intinya balancing our life between works and family memang bukan pekerjaan yang mudah. Pasti ada salah satu bagian yang harus korbankan, tapi selagi masih dalam taraf yang adil dan semua bisa di ciptakan sejalan dan tetap menyenangkan , saya rasa semua akan baik-baik saja.

Dan saya rasa dengan adanya technology yang super canggih sekarang ini. Kita masih bisa mengontrol anak kita dari jauh dan tetap bisa menjaga komunikasi kita dengan baik.

Prinsip saya bukan lah masalah "Quantitas" dari pertemuan kita yang menentukan keluarga bisa lebih dekat dengan kita apa tidak (dibaca kasarnya : banyak juga mama sekarang dirumah full time tapi tetep juga gak bisa ngurusin anak).

Tapi "Qualitas" kehangatan dari keluarga yang kita ciptakan dan tanamkan ,itu yang lebih penting. Tidak pernah sungkan untuk mengatakan " How much we love them ...every day ..every second...every opportunities ".

Have a good day mommies... Saya juga masih mesti banyak belajar dan keep struggling to create Our Perfect family. So Bagaimana menurut kalian ?? im so open to listen from your side :)

Love,
Sherlly wu
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...