Monday, October 3, 2011

Peng-Evaluasian Keuangan Keluarga

Saya termasuk orang yang sangat concern dan detail dengan Perencanan Family Financial. Dari asuransi kesehatan, Asuransi pendidikan,Life insurance, Debt,pembelian asset baru, Investing, Tabungan. Segalanya saya selalu memplan dengan baik. Dan saya termasuk orang yang sangat suka mendengar , membaca , dan menganalisa mengenai hal ini. Kenapa ???

Bukan karena saya ingin menjadi orang yang sok pintar. Tapi semata-mata saya sayang dengan keluarga saya. Saya di hadapkan dengan suatu creation dimana anak-anak saya, tidak boleh terbengkalai disaat kami tidak bisa menghasilkan pendapatan lagi, atau ya kasar kata meninggalkan mereka. Saya selalu berupaya merencanakan sebaik-baiknya untuk keadaan ekonomi keluarga yang lebih baik. Meskipun boleh di kata kami berdua masih menjadi corporation slave yang artinya masih makan gaji. karena itu kami mesti membagi dan memplanning dengan sebaik-baiknya.

Memplanning Financial keluarga itu seperti mengatur business plan. Setiap saat mesti di ubah di saat ada fluktuasi atau gerakan-gerakan. Tidak bisa di set dari awal , dan itu berjalan terus menerus sampe 10 tahun kedepan. Itu artinya stuck-nun. Tidak aada perkembangan.

Seperti contoh sekrang kita mengkalkulasi lagi keuangan kami, di karenakan saya dan suami mendapatkan offeran pekerjaan dengan gaji yang lebih baik, dan itu tentu saja dapat memboost pendapatan keluarga. Tapi kalian percayakan, semakin banyak pendapatan yang kita peroleh, pengeluaran pun otomatis akan ikut naik. Ntah kenapa ? hukum ini sangat berlaku di keluarga. Tapi yang pasti ini di sebabkan oleh gaya hidup dan standard kehidupan yang naik. Karena kita ingin memberikan yang lebih untuk keluarga. apalagi dalam bidang pendidikan untuk anak-anak.

Di dalam kurun waktu ini kami mesti menyisihkan banyak uang untuk meng-upgrade mobil BIG. Dikarenakan yaaa..selama ini dia sudah cukup low profile untuk tidak mengganti mobilnya. Jadi saya rasa ini sudah cukup waktu nya untuk dia , untuk mengganti mobilnya lebih tinggi.

Ke dua, kami mesti menghitungkan budget perombakan rumah kami. biaya renov dan decorate. Since juga berfikir untuk menginvest property di luar kota. Itu perlu dana yang lumayan untuk di sisihkan.

Ketiga , kita mesti menyisihkan untuk keperluan melahirkan si dede..kalian tahu sekarang biaya lahiran mahal banget. saya baru saja tanya biaya "sesar + steril" its around 25juta. Crazzyy..mahal banget. dan dikarenakan aku mesti sesar , asuransi hanya membayar 1/2 nya. Jadi aku mesti mengeluarkan separuhnya. Belom lagi biaya pendecoran , baby stuff.

Kemudian kita memaksakan diri untuk meninvestasikan bonus kami di reksadana, forex dan emas. somehow investasi itu memang perlu di paksakan, kalau tidak selamanya kita akan leyeh-leyeh mempertahankan uang kita, yang pada akhirnya di habiskan oleh kita - Ntah buat hobby atau buat segala keperluan "yagn tidak terlalu primer ".

Untuk sekolah anak , saya tidak terlalu neko-neko untuk kelas berat di atas international school. Saya sudah merasa puas dengan sekolah nya yang sekarang. Sekarang yang menjadi kesadaran kita ,pendidikan non-formal kurang dikembangkan. Jadi kami ingin memperluas pendidikan non-formal anak2 sesuai dengan apa yang mereka suka. Since michelle dan michael suka sekali dengan menggambar. mereka yang meminta sendiri untuk itu, akhirnya aku memasukan mereka di tempat kursus menggambar.etc.

Belom lagi kami harus berbagi pengeluaran dengan biaya asuransi yang rutin. asuransi kesehatan, jiwa, dana pensiun dan pendidikan. Saya sengaja untuk membagi-bagi asuransi kami, untuk lebih spesifik. Untuk mendapatkan nilai manfaat yang lebih besar dan menguntungkan untuk anak2 dan untuk hari depan kita.

Sekarang ini kami selalu berupaya untuk lebih bijaksana dalam mengeluarkan uang. since kami sekarang sangat menyadari , life cant be smooth like this forever. Sekarang kita masih dengan mudah earn money. Disaat satu dekade, Faktor umur sudah berkata...dimana tingkat produktivitas kita sudah menurun. Kita sudah mempunyai satu pegangan.

Dan the list still go on..yagn aku gak bisa share satu persatu disini. Intinya membuat perencanaan keuangan keluarga tidak semudah membalikan telapak tangan. kita butuh waktu untuk menyadari, berani untuk menghadapi, kemudian berhitung dan berani bermimpi. Yang paling terpenting Papas semua debt / hutang. Jangan tergiur untuk berinvest kalau kita masih terlilit hutang. Bersihkan dulu semuanya , baru kita nabung untuk berinvest.

Dan satu hal lagi kita perlu mematahkan opini konservatif " rezeki pasti ada yang atur, . kalo dah rezekinya pas kita gak ada uang,tiba-tiba pasti ada aja ". Hati-hati dengan quote ini bisa menjadikan kita malas bersiap-siap dan menerima apa adanya. :)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...