Tuesday, November 1, 2011

Daddy And kids

[ Another function of Daddy to be ATM machine]

Saya sempat mengirimkan artikle yang sangat bagus untuk BIG mengenai peran seorang ayah, yang saya kutip dari sebuah seminar tentang Father and kids. Disana tertulis beberapa poin yang terpenting yang di perlukan untuk menjadi seorang Daddy yang ideal yaitu : Player, Teacher , Protector and Partner.

Saya bertanya kepada Big , apa kesan dia setelah membaca rangkuman artikle tersebut. Peran seperti apa yang sudah dia kerjakan untuk anak2. Dan seperti biasa dia menjawab " SEMUA SUDAH". Aihh...Pede banget sih. Yang bisa menilai itu semua bukan diri sendiri, tapi orang lain. (*seharusnya begitu bukan*) dan sang anaknya. Apa dia sudah merasakan kedekatan yang seutuhnya dengan daddynya. Hehehe. Nah mungkin aku akan mencoba untuk merangkum tentang maksud dari 4 poin di atas :

- Player -
Sepertinya semua daddy di ciptakan untuk menjadi seorang player. (*not in negative side ya*). karena mereka suka sekali bermain dengan anaknya, dari bermain bola, mengajarkan mereka bermain roller blade, siap mengajarkan untuk latihan sepeda roda 2, dan sebagainya. Anak-anak kalau sudah bagian di titipkan dengan daddynya, mereka senang bukan kepalang. Karena tau , pasti daddynya akan mengajak mereka main gila-gilaan.

Seperti kemarin tanpa izin saya, Big mengajak mike untuk bermain Gokart, Mike senang bukan kepalang. Dan disana bonding antara ayah dan anak tercipta. Image yang ada ," if you want having FUN , let find DADDY ! "

- Teacher -
Idealnya seorang daddy harus bisa menjadi sosok guru untuk anak-anaknya. Coba kita perhatikan , di sekitar anak-anak yang selalu menjadi sosok guru bagi mereka kebanyakan perempuan. Dirumah yang mengajarkan mereka perempuan lagi. Anak-anak itu seperti di hauskan oleh figur seorang guru laki-laki. Oleh karena itu Idealnya seoarng ayah bisa involve di bagian ini, dengan menggunakan skills yang sering di pergunakan di kantor/perusahaannya. Cara bagaimana mengarahkan bawahan/partner kerja untuk bisa bekerja sesuai dengan kemauan, disiplin dan kompak. Skill yang seperti itu yang perlu di terapkan juga kepada anak-anak di rumah.

And in this part, Saya menilai Big masih kurang sabar dalam memberikan pengarahan dalam hal ABCD (Ally, Boundaries, Challenges & Dreams). kSalah satu penyebabnya karena Big kurang komunikatif dan dalam hal skill mengarahkan dia sangat kurang. Oleh karena itu saya berusaha untuk lebih sering memberikan dia kesempatan untuk bisa terbuka dengan anak2nya. Dengan cara mengalihkan pertanyaan anak-anak yang di tujukan ke saya, saya lemparkan ke daddynya. Saya selalu meyakinkan anak-anak , bahwa daddy lebih tau lebih luas tentang dunia ini. Dan yang terjadi anak-anak sering sekali bertanya kepada daddynya " kok bisa gitu ya dad ? "

- Protector -
Seorang laki-laki pasti sudah bawaan dari lahirnya kalo mereka di lahirkan untuk menjadi pelindung bagi istri, dan anak-anaknya. Itu sudah menjadi bagian dari darah yang mengalir di dalam tubuh mereka. Tapi didalam pengasuhan anak bukan hanya di lihat dari segi fisik, melindungi seperti seorang bodyguard. Tapi lebih luas. Seorang daddy juga harus bisa mengajari anak-anaknya bagaimana caranya mereka melindungi diri mereka sendiri , lebih mandiri dan lebih percaya diri. Oleh karena itu seorang daddy harus mengerti kondisi dari anak-anaknya. Dan mengenali keadaan anak-anaknya, tau siapa teman-teman dekat mereka, di sekolah guru nya siapa, kelasnya dimana, bagaimana kondisi surrounding di sekolah. Tapi percaya gak kalian banyak daddy-daddy yang tidak pernah tau akan hal itu, ke sekolah anak aja jarang, hanya drop dan go ? saya sangat sering melihat hal seperti itu, sang daddy lebih mempercayakan hal itu semua kepada istrinya.

Tapi untungnya tidak untuk BIG. dia yang malah lebih sering nongkrong di sekolah, gossip dengan bapak-bapak di sekolah anak-anak. dia yang lebih aware terlebih dahulu dengan tindaktanduk guru-guru di sekolah, Dan dia orang yang pertama selalu complain kepada kepala sekolah atas tindakan verbal bullying (*he hate it so much*). So in this part I give my bow to BIG. thanks to be there to always protect and be spy to our kids.

-Partner-
Daddy juga bisa cemburu loh, kalo melihat anak-anak kita selalu maunya dengan Maminya, di banding dengan mereka. Tapi pernah terpikir apa penyebab hal seperti itu ? Bisa di karenakan karena bonding time dengan anak kurang. Oleh karena itu Sang anak lebih memilih mamanya dibanding daddynya. Disini seorang daddy memang perlu bekerja keras untuk bisa menjadi good partner untuk anak dan keluarga. Dimana dia juga harus bisa bekerja sama dengan istrinya mendidik anak-anak bersama. Daddy juga harus hands on. Dont ever you think, im too tired pulang kantor, masih harus build quality time dengan anak-anak. akhirnya mereka give up dan menyerahkan hal ini kepada sang istri sendiri. Noopp... our time as parents its very precious.Anak-anak bertumbuh besar itu sangat lah cepat..sekejap mata. dan apaBila anak sudah menanjak dewasa , sudah sangat sulit untuk membuat dan menciptakan father and kids time lagi. So let be a good partner for your wife & kids.

In this part, Big sudah membuktikan to be a good partner permainan good cop and bad cop, mesti di tiadakan, itu sudah tidak efektif. itu yang membuat kita tidak bisa menjadi good partner. As husband and wife kita harus sepakat dan punya satu prinsip yang sama dalam hal menjaga anak. harus kompak. Yang satu bilang tidak, yang satu harus mensupport untuk berkata tidak. Itu yang menciptakan suasana lebih adil dan semua happy as family.

How is that mom ?? 4 point di atas terlihat simple, tapi kalo mau di jabar lebih dalam, sepertinya blog ini akan panjannggg sekali hi hi hi. tapi ini hanya sebagian opini saya saja, jadi kalau ada perkataan atau opini yang bertentangan harap di maklumi ya. setiap perbedaan itu baik adanya. Karena saya percaya mendidik anak itu gak ada yang salah atau benar.

Have a great new month , all :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...